# Bupati Ngawi Menyerahkan Bantuan PKH   Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono secara simbolis menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Pendopo Kecamatan Paron, Kamis (16/01). Bupati Ngawi menyampaikan, program tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan, supaya tidak diteruskan oleh putra-putri kita, ” tidak ada kata-kata kemiskinan itu turunan, penyakit saja bisa diobati apalagi kemiskinan “. Program tersebut belum menyelesaikan […] # Bupati Ngawi Meresmikan MCK++ Program SANIMAS Ngawi, Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono meresmikan MCK++ Program Sanitasi Berbasis Masyarakat untuk KSM Makmur Jaya di lingkungan Sidomakmur Kelurahan Ketanggi, dan KSM Persada Ingasrejo di Dusun Ingasrejo Desa Beran yang disatukan di Ketanggi.( Rabu, 15 Januari 2014) Acara ini dihadiri oleh Bupati Ngawi dan Wakil Bupati Ngawi, Setda dan Kepala Satker terkait. Menurut […] # Bupati Ngawi Resmikan Pelebaran Jembatan Ngudal Ngawi, Rabu 15/01/2014 Bupati Ngawi meresmikan pelebaran jembatan Ngudal dan peninjauan taman kota Kabupaten Ngawi didesa Karang Tengah Prandon. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda dan anggota MUSPIDA Kab.Ngawi. Biaya pelebaran jembatan dan taman kota berasal dari bantuan PDAM Kab.Ngawi Dalam sambutannya Bupati Ngawi mengatakan bahwa dulu Ngudal adalah bumi perkemahan yang hebat, diminta […] # Buku Tiga Tahun Kepemimpinan Bupati Dan Wakil Bupati Ngawi Bismillahirahmannirahim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Tidak terasa sudah tiga tahun kita melangkah bersama-sama, diawali dengan langkah yang tertatih-tatih menghadapi Krisis Anggaran, Krisis SDM dan Krisis  Keterpaduan.  Dengan semangat kebersamaan dan jiwa yang Ramah semua itu dapat kita atasi, guna  membangun pondasi yang kokoh untuk menapakkan langkah besar mewujudkan mimpi-mimpi yang telah kita rajut. Kini di tahun […] # Agenda Bupati Ngawi Minggu Ke-3 Bulan Januari 2014 NO HARI/TANGGAL JAM KEGIATAN TEMPAT 1 Rabu,15 Januari 2014 08.00 WIB Peresmian Jembatan Ngudal Kerek,Ngawi Purba   10.00 WIB Peresmian mck plus Program Senimas Th 2013 Ling. Segaran, Kel. Ketanggi 2 Kamis,16 Januari 2014 08.00 WIB Grand Opening Adiwiyata Pendopo 09.00 WIB PKH Paron 12.00 WIB PKH Kendal 3 Jumat, 17 Januari 2014 07.30 WIB […] # Posyandu Cempaka Siap Sabet Juara 1 Tingkat Nasional Salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan  masyarakat dalam upaya kesehatan adalah POSYANDU (POS PELAYANAN TERPADU) Melalui posyandu dapat ditonjolkan peran serta masyarakat  secara optimal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat  sebagai goalnya. Di Desa Beran, di masing-masing dusunnya memiliki satu POSYANDU dengan variasi keunggulan di masing-masing posyandu.         16 UNGGULAN POSYANDU CEMPAKA: 1. TAMAN […] # Prestasi Ngawi Ditahun 2013 Sepanjang tahun 2013 Kabupaten Ngawi menyabet lebih dari 18 penghargaan, baik di tingkat nasional maupun di tinggat provinsi, hal tersebut adalah suatu prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Ngawi. 1. Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Madya Bupati Ngawi Ir.H. Budi Sulistyono menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2013 kategori tingkat Madya  dari Menteri  Pemberdayaan Pemperdayaan […] # Hanya di Ngawi, Perpustakaan Keliling Malam Hari Kantor Perpustakaan Daerah Ngawi memberikan pelayanan perpustakaan keliling malam hari , yaitu dari jam 4 sore hingga jam 9 malam. Menurut Yoni Wasono, SH, Kepala Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Ngawi, maksud dan tujuan pelayanan perpustakaan keliling malam hari adalah untuk membudayakan minat baca masyarakat, yang meliputi masyarakat umum dan pelajar. Mobil Perpustakaan Keliling yang melayani […] # Agenda Bupati Ngawi Minggu ke-2 Bulan Januari 2014 NO HARI/TANGGAL JAM KEGIATAN TEMPAT 1 Senin, 6 Januari 2014 21.30 Pengajian Maulid Nabi Jl. KH. Ahmad Dahlan 2 Rabu, 8 Januari 2014 10.00 Pertemuan dengan Sekdes se-Kabupaten Ngawi RM. Bondowoso Ngawi # Pengolahan Lele Sebagai Produk Unggulan Kecamatan Geneng Lokasi Kecamatan Geneng berada di sebelah selatan Kota Kabupaten Ngawi merupakan daerah dataran rendah dengan jumlah desa 13 desa, jumlah penduduk 55.193 jiwa yang terdiri dari 25.317 jiwa penduduk perempuan dan 29.876 jiwa penduduk laki-laki, jumlah KK 13.518, jumlah Rumah Tangga Miskin 9.434, luas wilayah kecamatan Geneng adalah 2.895,87 Ha. Salah satu nilai tambah dari […]

Nyadranan Unik Saling Lempar Nasi Tumpeng

KEDUNGGALAR – Dusun Tambak Selo Timur, Desa Pelang Lor Kec. Kedunggalar-Ngawi, punya tradisi unik berupa bersih desa yang lumrah disebut “nyadran”. Usai ritual sakral dilokasi sumber air yang biasa disebut ‘’Sendang Tambak’’ yang setiap tahunya digelar tepat pada hari Jum’at Legi, (14/9), diakhiri dengan saling lempar nasi antar sesama warga.

Adat bersih desa semacam ini menurut sesepuh Desa Pelang Lor merupakan warisan leluhurnya yang dilakukan secara turun temurun. Menurut sesepuh Desa tersebut, Bersih Desa adalah ritual warisan dari nilai-nilai luhur lama dan upaya menunjukkan bahwa manusia jadi satu dengan alam. Ritual ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap alam yang menghidupi mereka dan atas rejeki yang melimpah.

Selain itu secara turun temurun adanya adat bersih desa dengan melempar nasi ambengan tidak lepas dari nilai sejarah yang ada. Sejarah yang dimaksud pada saat berdirinya Dusun Tambak Selo Timur, ada seorang tokoh perjuangan pada zaman penjajahan Belanda dengan sebutan Ki Ageng Tambak. Ki Ageng Tambak merupakan tokoh penentang penjajahan Belanda pada saat itu, suatu ketika dirinya bersama pengawalnya dikejar-kejar Belanda dan sampailah di tengah hutan belantara.

Di tengah hutan tersebut Ki Ageng Tambak bersabda tidak ada satupun peluru dari senapan Belanda yang sanggup menembus lokasi persembunyianya atau pelurunya akan macet bila ditembakan. Didalam persembunyianya yang dekat mata air atau sendang, Ki Ageng Tambak menandai perembunyianya dengan sebongkah batu hitam bila kelak daerah persembunyianya menjadi perkampungan rame maka namanya akan disebut Dusun Tambak Selo.

“Acara bersih desa ini berlangsung satu kali dalam setahun, dan seluruh masyarakat desa disini akan meninggalkan pekerjaan sehari-harinya untuk ikut serta dalam kegiatan ini,” jelas sesepuh. Dan selanjutnya menurut keterangan Kepala Desa Pelang Lor,Suyadi, satu hari sebelum pelaksanaan bersih desa, pihaknya melakukan suatu istighosah bersama warga dan tokoh masyarakat serta para ulama.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih intropeksi diri juga lebih berserah diri terhadap Allah SWT. “Bersih desa yang dilakukan ini sudah menjadi identitas lokal bagi warga Desa Pelang Lor dalam menghindarkan diri dari budaya asing yang cenderung bertolak belakang dengan budaya kita dan dalam upaya memelihara kebudayaan turun-temurun tersebut,” ucap Suyadi.

Lanjut Suyadi, adat bersih desa dilakukan oleh seluruh warganya secara gotong royong untuk memenuhi segala kebutuhan yang ada. Kepala Desa Pelang Lor, Suyadi, mengatakan walaupun masih rendahnya kepedulian pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi terhadap pelestarian kebudayaan tersebut, aparat Desa Pelang Lor tetap berupaya semaksimal mungkin mendukung tradisi yang dilakukan secara turun temurun dimana adat bersih desa merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional. (sinarngawi)