Dugaan bocornya suap CPNS di Pemkab Ngawi, di soal LBH Ngawi

Diduga adanya kebocoran penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Ngawi 2010, dengan 199 formasi yang dibutuhkan diantaranya formasi kesehatan dan teknik umum, ternyata di indikasikan banyaknya penyalah gunaan dalam mekanisme penerimaan CPNS.

Dari 199 CPNS Ngawi 2010, ada sebagian pelamar CPNS yang sudah diterimakan dengan modus mereka harus membayar uang jaminan kepada beberapa pejabat penting di dalam Pemerintah Kabupaten Ngawi, untuk bisa masuk sebagai PNS di Pemkab Ngawi dengan rata-rata uang yang dikeluarkan berkisar ratusan juta rupiah.

Anehnya lagi dari para pelamar CPNS yang sudah dipastikan masuk menjadi pegawai negeri sipil rata-rata mereka dari kerabat pejabat legislative maupun eksekutif. Hal ini sangat di sayangkan kredibilitas pejabat tersebut yang harusnya memberikan kesempatan bagi masyarakat Ngawi yang benar-benar ingin mengabdikan diri, namun hal itu tercoreng karena adanya tindakan yang kurang baik.

Seperti yang diutarakan salah satu anggota LBH Bhirawa Kabupaten Ngawi, Muhson Hariyadi saat dikonfirmasi wartawan adanya dugaan CPNS Ngawi 2010, menyesalkan adanya dugaan penyuapan terkait penerimaan CPNS Ngawi.

,”Seharusnya mekanisme penerimaan CPNS Ngawi harus melibatkan beberapa lembaga terkait untuk bekerja sama menjadi petugas pemantau pelaksanaan CPNS Ngawi, hingga tidak terjadi adanya penyelewengan penerimaan CPNS yang kerap kali terjadi,” Ungkap Muhson, senin 03/01/11.

Muhson juga menambahkan bahwa ,”Apabila Pemerintah Kabupaten Ngawi sebagai penyelenggara penerimaan CPNS harusnya lebih professional dan jeli dalam merangkul perguruan tinggi untuk lebih obyektif,”Tambahnya. (Pan)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+